Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras

Perjuangan seorang ibu muda di pedalaman Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman itu, warga terlihat menandu Nina sejauh tujuh kilometer menuju Puskesmas Tompobulu menggunakan bambu dan kain sarung agar bisa melahirkan. Jalan desa yang rusak parah membuat kendaraan tak bisa melintas.

Setelah perjalanan panjang penuh perjuangan, Nina akhirnya melahirkan bayi laki-laki dalam kondisi sehat. Namun dua hari kemudian, ia dan bayinya harus kembali menempuh jalan rusak yang sama untuk pulang ke rumahnya di Dusun Cindakko, Desa Bontosomba.

Kisah ini menuai simpati sekaligus kritik terhadap kondisi infrastruktur pedesaan. Padahal, pemerintah kabupaten sebelumnya telah berjanji memperbaiki jalan penghubung ke fasilitas kesehatan tersebut.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menyampaikan keprihatinan dan meminta pemerintah daerah segera memperbaiki akses jalan.

“Tentunya kami sangat prihatin dan menyesalkan peristiwa ini. Semoga kedepan tidak ada lagi kejadian seperti yang dialami warga di Maros,” kata Iwan Aras, Senin (20/10/2025).

Ia menegaskan, infrastruktur dasar seperti jalan desa merupakan hak publik yang wajib dipenuhi negara. Jika anggaran daerah terbatas, pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan pusat.

“Kalau Pemda kekurangan ruang fiskal, bisa meminta bantuan ke pusat. Apalagi Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan Inpres Jalan Daerah yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki akses seperti ini,” jelas legislator asal Sulawesi Selatan II itu.

Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR siap membantu lewat Program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2025–2026. Program ini difokuskan untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung swasembada pangan, termasuk di daerah pertanian seperti Maros.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp