Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, mengapresiasi langkah pemerintah memindahkan Ammar Zoni, artis yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba dari dalam penjara, ke Lapas Nusakambangan. Ia juga mengusulkan agar seluruh bandar narkoba di Indonesia dipindahkan ke lapas berkeamanan tinggi tersebut.

“Saya berharap program pemindahan bandar-bandar narkoba ke Nusakambangan dapat dilanjutkan secara menyeluruh, agar mereka tidak bisa lagi mengendalikan bisnis narkoba dari dalam lapas,” ujar Sugiat, Jumat (17/10/2025).

Sugiat memberikan apresiasi khusus kepada Menteri Imigrasi, Pemasyarakatan, dan Perlindungan Warga Negara (Imipas), Agus Andrianto, yang dinilai cepat dan tegas dalam menangani kasus tersebut.

“Saya sebagai Wakil Ketua Komisi XIII mengapresiasi langkah cepat Kemenimipas di bawah Pak Agus yang langsung memindahkan Ammar Zoni ke Nusakambangan. Sejak awal beliau memang berkomitmen menertibkan lapas dari berbagai tindak kejahatan seperti peredaran narkoba dan penipuan online,” tegas politisi Partai Gerindra itu.

Sugiat menilai kasus Ammar Zoni tidak mungkin dilakukan seorang diri. Ia menduga ada keterlibatan oknum petugas lapas yang perlu diusut tuntas.

“Kenapa Ammar Zoni bisa jual narkoba di Lapas Salemba? Tidak mungkin hanya karena kelalaian petugas. Pasti ada indikasi keterlibatan oknum yang mem-backup kegiatan itu,” ucapnya.

Sebelumnya, Ammar Zoni diketahui mengedarkan narkoba jenis sabu dan tembakau sintetis dari dalam Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat. Aksinya terbongkar setelah petugas mencurigai gerak-geriknya. Ia diduga beroperasi bersama lima orang lainnya, yaitu A, AP, AM alias KA, ACM, dan MR.

Dari hasil penyidikan, terungkap bahwa Ammar Zoni dan rekan-rekannya menggunakan aplikasi Zangi untuk berkomunikasi dan menjalankan bisnis narkoba dari dalam rutan. Barang haram tersebut diduga berasal dari seseorang di luar lapas.

Ammar Zoni sendiri saat ini tengah menjalani hukuman empat tahun penjara atas kasus narkoba sebelumnya. Setelah kasus terbarunya terbongkar, ia resmi dipindahkan ke Lapas Nusakambangan bersama lima narapidana lainnya dari Jakarta.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp