Ketua MPR RI, Ahmad Muzani bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninjau Mess MPR RI di Kota Bandung yang sempat dibakar massa saat aksi demonstrasi pada 31 Agustus 2025 lalu. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung proses revitalisasi yang saat ini tengah dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dalam keterangannya, Muzani menjelaskan bahwa gedung Mess MPR merupakan bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis tinggi bagi masyarakat Kota Bandung. Oleh karena itu, proses perbaikannya perlu dilakukan secara hati-hati agar tetap menjaga keaslian dan nilai sejarah bangunan tersebut.
“Hari ini saya bersama Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, meninjau langsung Mess MPR yang terbakar akibat aksi demonstrasi 31 Agustus lalu. Kami melihat bagaimana proses revitalisasi dilakukan, karena bangunan ini, seperti yang disampaikan Kang Dedi, merupakan salah satu heritage penting milik Kota Bandung,” ujar Muzani.
Muzani juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Dedi Mulyadi, serta jajaran Dinas PUPR atas kerja sama yang dilakukan dalam proses pemulihan gedung Mess MPR tersebut.
“Saya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kang Dedi, Pemprov Jabar, serta Dinas PUPR yang telah siap membangun kembali gedung ini. Mudah-mudahan proses renovasi dapat segera rampung sehingga fungsinya bisa kembali digunakan untuk kepentingan MPR, Pemda Jabar, dan masyarakat Jawa Barat,” jelas Muzani.
Adapun Kementerian PUPR telah menganggarkan sekitar Rp11 miliar untuk perbaikan gedung Mess MPR RI.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan dukungan penuh terhadap upaya revitalisasi tersebut. Ia menegaskan, bangunan Mess MPR memiliki nilai sejarah yang penting dan akan dipulihkan dengan sebaik mungkin.
“Mess MPR ini memiliki nilai historis yang tinggi. Kami di Pemprov Jabar sangat mendukung perbaikannya. Mudah-mudahan setelah renovasi selesai, gedung ini bisa tampil lebih baik dari sebelumnya. Prinsipnya, kami siap membantu, apakah nanti pembangunannya menunggu anggaran MPR atau diserahkan ke Pemprov Jawa Barat,” ungkap Kang Dedi.