Komisi XII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala SKK Migas untuk meninjau perkembangan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) hingga Agustus 2025. Agenda rapat mencakup progres eksplorasi, investasi, serta kontribusi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan fokus khusus pada peran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) Pertamina.

Dalam sesi interaktif, Anggota Komisi XII DPR RI, Ramson Siagian, menekankan pentingnya mengetahui secara rinci volume produksi minyak yang dihasilkan Pertamina dari seluruh K3S.

“Dari seluruh K3S, Pak Kepala SKK Migas, Pertamina itu berapa persen yang volumenya menghasilkan minyak?” tanya Ramson dalam RDP yang digelar di Ruang Rapat Komisi XII, Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Legislator Fraksi Gerindra itu menilai data tersebut krusial sebagai dasar bagi Komisi XII untuk memperkuat peran Pertamina dalam industri hulu migas sekaligus memastikan kontribusinya optimal bagi ketahanan energi nasional.

Menanggapi hal itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa kontribusi Pertamina mencapai sekitar 60 persen dari total produksi K3S, dengan laporan terakhir menunjukkan produksi sekitar 400 ribu barel minyak per hari. Dari jumlah tersebut, separuhnya berasal dari Lapangan Banyu Urip yang saat ini menjadi penyumbang produksi tertinggi di Indonesia.

Menutup rapat, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyampaikan bahwa Komisi telah menerima paparan lengkap terkait eksplorasi, investasi, dan kontribusi migas. Komisi juga akan melakukan pendalaman lebih lanjut serta memberikan dukungan strategis untuk penguatan peran Pertamina di sektor hulu migas nasional.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp