Anggota Komisi VIII DPR RI, Alimudin Kolatlena, menyoroti pentingnya pemenuhan fasilitas pembelajaran di Sekolah Rakyat Mandiri Pintar (SRMP) 7 Sukabumi. Dalam kunjungan spesifik Komisi VIII ke sekolah tersebut, ia menekankan bahwa media edukasi dibutuhkan tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di asrama.**

“Anak-anak tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga di asrama. Mereka membutuhkan media permainan edukatif sebagai sarana belajar yang menyenangkan. Itu penting bagi perkembangan mereka,” ujar Alimudin, Kamis (18/9/2025).

Komisi VIII mencatat masih ada ruang belajar yang belum dilengkapi fasilitas memadai serta keterbatasan media edukasi. Hal ini menjadi masukan penting yang langsung ditanggapi Kementerian Sosial, bahkan sebagian kebutuhan akan segera dipenuhi.

Alimudin menegaskan, sarana edukasi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari pola asuh di sekolah rakyat. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya mendapat ilmu secara formal, tetapi juga mengasah kreativitas, kemandirian, dan keterampilan sosial melalui permainan edukatif.

“Komisi VIII akan mendorong pemerintah, khususnya Kemensos, untuk segera menghadirkan fasilitas permainan edukatif. Ini wujud kehadiran negara dalam memastikan pendidikan anak-anak kurang mampu berjalan optimal,” tegasnya.

Selain itu, Alimudin memastikan setiap siswa SRMP 7 Sukabumi akan segera difasilitasi laptop untuk menunjang pembelajaran. Program penyediaan laptop ini, menurutnya, merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan akses pendidikan terbaik bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

“Laptop akan sangat membantu anak-anak dalam belajar, mengakses materi, dan menguasai keterampilan digital yang penting di era sekarang,” jelasnya.

Dalam dialog dengan kepala sekolah, disampaikan bahwa laptop kemungkinan tiba dalam beberapa minggu ke depan. Komisi VIII menekankan distribusi harus dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan siswa.

Alimudin menambahkan, sekolah rakyat dirancang untuk memberikan dukungan penuh bagi anak didik, mulai dari asrama, makan, kesehatan, hingga fasilitas belajar.

“Semua kebutuhan mereka ditanggung negara. Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk anak-anak bangsa,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp