Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Rahmawati Zainal Paliwang mendorong Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, untuk tumbuh menjadi pusat perdagangan strategis di wilayah perbatasan. Harapan ini disampaikan saat pertemuan dengan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nunukan, Rabu (21/5/2025).
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Utara yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI tersebut menilai, Nunukan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kota dagang, mengingat posisinya yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia.
“Nunukan adalah gerbang ekonomi perbatasan yang memiliki peluang besar dalam sektor perdagangan. Potensi ini harus kita optimalkan melalui penguatan dan pengembangan UMKM lokal,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam memfasilitasi permodalan, pelatihan, serta akses pasar bagi pelaku UMKM agar dapat bersaing secara berkelanjutan.
“Kita harus menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan produktif agar produk lokal Nunukan bisa menembus pasar regional bahkan internasional,” tambahnya.
Selain itu, ia mendorong adanya kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Bea Cukai dan pihak pelabuhan, guna memperlancar arus distribusi barang yang dihasilkan UMKM. Dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang tepat, Nunukan dinilai berpeluang besar menjadi pusat ekonomi baru di perbatasan Indonesia–Malaysia.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam rangka mewujudkan kemandirian daerah, sekaligus memperkuat posisi strategis Nunukan sebagai poros dagang Kalimantan Utara.