Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh

Hubungan kerja sama Indonesia dan Georgia terus didorong agar semakin erat, tidak hanya melalui sektor perdagangan, tetapi juga dengan memperkuat hubungan antarmasyarakat (people to people) melalui pariwisata dan pendidikan.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, menyampaikan hal tersebut usai menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Georgia untuk Indonesia, H.E. Tornike Nozadze, di Ruang Pimpinan BKSAP, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Husein mengatakan, pertemuan tersebut membahas perkembangan kerja sama kedua negara, termasuk proses pembahasan perjanjian perdagangan yang saat ini masih berlangsung di tingkat eksekutif.

“Update mengenai apa yang sudah dilakukan antara pemerintah Georgia dan Indonesia, salah satunya adalah perjanjian perdagangan yang sekarang masih dalam proses di tingkat eksekutif,” kata Husein.

Ia menjelaskan, kedua negara juga tengah menyiapkan pertemuan di tingkat kementerian untuk menindaklanjuti pembahasan kerja sama tersebut. Pertemuan itu diharapkan dapat memperjelas bentuk dan arah kerja sama perdagangan Indonesia dan Georgia.

“Perdagangan itu sedang didiskusikan antara kedua negara di tingkat eksekutif. Modelnya akan seperti apa masih dibahas, dan kemungkinan bulan depan atau paling lambat akhir tahun ini akan ada pertemuan di tingkat kementerian,” jelasnya.

Selain perdagangan, Husein menilai penguatan hubungan antarmasyarakat menjadi aspek penting dalam mempererat hubungan bilateral. Georgia, kata dia, ingin meningkatkan kunjungan wisatawan Indonesia sekaligus memperkenalkan potensi negaranya kepada masyarakat Indonesia.

Sebaliknya, Georgia juga ingin memperkenalkan Indonesia kepada masyarakatnya. Menurut Husein, Georgia memandang Indonesia sebagai salah satu negara besar di kawasan ASEAN yang berpotensi menjadi mitra strategis dalam memperluas hubungan dengan negara-negara di kawasan tersebut.

“Mereka mengatakan ingin mengenalkan Indonesia kepada masyarakat Georgia. Karena Georgia melihat Indonesia sebagai negara besar di kawasan ASEAN dan sekarang ingin membangun hubungan dengan negara-negara ASEAN,” ujar Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Di sektor pariwisata, Husein menyebut pembangunan bandara baru di Georgia yang diproyeksikan mampu menampung hingga 20 juta penumpang dapat membuka peluang lebih besar bagi peningkatan kunjungan wisatawan Indonesia ke negara tersebut.

“Georgia sedang membangun bandara baru yang katanya bisa menampung 20 juta penumpang. Karena itu, mereka juga ingin mendorong masyarakat Indonesia datang ke Georgia untuk berwisata,” ucapnya.

Sementara itu, peluang kerja sama di bidang pendidikan turut menjadi perhatian. Husein menyampaikan adanya rencana kunjungan Menteri Pendidikan Georgia ke Indonesia untuk menindaklanjuti pembahasan yang sebelumnya telah dilakukan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.

Menurutnya, kerja sama tersebut berpotensi dikembangkan melalui pertukaran pelajar maupun berbagai skema pendidikan lainnya, sehingga masyarakat kedua negara memiliki kesempatan untuk saling belajar dan mengenal budaya masing-masing.

“Apakah nanti dari Georgia belajar di Indonesia atau dari Indonesia belajar di Georgia, kita lihat seperti apa,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp