Surutnya Sungai Mahakam membuat distribusi kebutuhan pokok ke wilayah pedalaman Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, menghadapi kendala. Kondisi tersebut mendorong Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si., turun langsung ke Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Jumat (11/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan bantuan Gerindra Peduli yang telah dikirim dapat diterima warga yang membutuhkan.
Sebelumnya, Gerindra Kaltim menyalurkan 1.500 paket sembako dengan total sekitar 11 ton untuk masyarakat di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, dan 1 liter minyak goreng. Secara keseluruhan, bantuan tersebut terdiri atas 7,5 ton beras, 1,5 ton gula pasir, dan 1.500 liter minyak goreng.
“Ini bentuk kepedulian kami dan kami berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di Mahakam Ulu,” kata Seno Aji.
Menurut Seno, bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong seluruh kader Gerindra di Kalimantan Timur, termasuk jajaran pengurus serta anggota legislatif Gerindra di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
Penyaluran bantuan ke wilayah pedalaman tidak mudah. Menurunnya debit Sungai Mahakam membuat jalur transportasi sungai terkendala sehingga distribusi dilakukan secara bertahap melalui jalur darat dan kemudian menggunakan perahu berukuran lebih kecil untuk menjangkau Long Pahangai dan Long Apari.
“Kami bersama-sama memberikan bantuan, donasi seluruh kader tanpa terkecuali,” ujar Seno.
Dalam kunjungannya, Seno didampingi Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Immanuel, Anggota Fraksi Gerindra, Fuad Fahrudin, serta pengurus DPD Gerindra Kaltim, Mujianto, Herman A Hasan, Abdul Hasan, dan Rizal Ma’arif.
Seno mengatakan kehadiran langsung di lapangan penting untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat sekaligus mengetahui kebutuhan warga di tengah kondisi kemarau dan terganggunya distribusi bahan pangan.
Sungai Mahakam memiliki peran penting sebagai jalur transportasi dan distribusi kebutuhan masyarakat di kawasan pedalaman. Karena itu, penurunan debit air tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga dapat mempengaruhi ketersediaan dan harga kebutuhan pokok.
Seno berharap musim kemarau segera berakhir dan hujan kembali turun sehingga debit Sungai Mahakam pulih dan distribusi logistik ke Mahakam Ulu kembali normal.
“Kita doakan agar kekeringan ini cepat berlalu, hujan segera turun di Bumi Kalimantan Timur, dan Mahakam Ulu bisa kembali normal serta tidak mengalami kesulitan bahan pangan,” pungkas Seno.