Peningkatan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M diharapkan tidak diikuti kenaikan biaya yang harus ditanggung jemaah. Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni, menilai efisiensi sejumlah komponen, terutama penerbangan, penting dilakukan untuk menjaga biaya haji tetap terjangkau.
Husni mengatakan biaya penyelenggaraan ibadah haji sebelumnya berada di kisaran Rp87 juta. Di tengah perubahan kondisi ekonomi dan nilai tukar rupiah, ia berharap peningkatan kualitas layanan dapat dilakukan tanpa menambah beban jemaah.
“Kalau kemarin itu kurang lebih Rp87 juta. Ada kenaikan 6 persen karena memang kurs kita, artinya rupiah kita melemah,” ujar Husni saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI dalam rangka pengawasan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M di Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).
Pejuang Politik Fraksi Partai Gerindra itu menyebut komponen penerbangan menjadi salah satu ruang utama untuk melakukan efisiensi. Menurutnya, sekitar 40 persen biaya penerbangan berasal dari avtur dan sekitar 30 persen lainnya merupakan biaya sewa pesawat.
“Komponen terbesar daripada biaya haji itu adalah penerbangan. Penerbangan itu sekitar 40 persen adalah avtur, kemudian sekitar 30 persen adalah leasing pesawat,” katanya.
Karena itu, Husni mendorong efisiensi harga avtur, termasuk dengan menyeragamkan harga avtur bagi penerbangan jemaah haji dari seluruh embarkasi. “Kita berharap Pertamina bisa memberikan harga avtur yang sama untuk seluruh embarkasi,” tuturnya.
Efisiensi juga dinilai dapat dilakukan melalui biaya sewa pesawat. Menurut Husni, pelaksanaan haji pada Mei 2027 yang bukan merupakan periode puncak penerbangan dapat menjadi peluang untuk memperoleh harga sewa yang lebih kompetitif.
“Demikian juga leasing pesawat, kita berharap bisa lebih murah karena bulan Mei itu bukan peak season daripada pesawat. Artinya, harga sewanya bisa lebih murah,” ucapnya.
Husni menegaskan efisiensi diperlukan agar peningkatan kualitas pelayanan haji tidak otomatis meningkatkan biaya yang ditanggung jemaah.
“Presiden sudah menyampaikan bahwa pelayanan harus lebih baik, tetapi harga harus lebih murah,” pungkasnya.