Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguatan sektor pendidikan merupakan fondasi utama untuk mendorong lahirnya inovasi, riset, dan berbagai terobosan yang menentukan daya saing Indonesia di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam pertemuan bersama 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Presiden menyoroti capaian Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) yang masih berada di bawah sejumlah negara. Namun, ia meminta hasil tersebut dijadikan bahan evaluasi sekaligus momentum untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional.
“Kita terima ini sebagai peringatan, koreksi, dan kita cari bagaimana kita akan atasi. Kita pernah 2003-2006 cukup tinggi, habis itu kita merosot. Ini menurut pandangan mereka, dalam membaca, dalam matematik, dan sebagainya,” ujar Presiden Prabowo.
Menurutnya, tantangan pendidikan Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan banyak negara lain karena luas wilayah dan besarnya jumlah satuan pendidikan yang harus dilayani. Sekolah-sekolah tersebar hingga wilayah pegunungan, pulau terluar, dan daerah terpencil.
“Indonesia punya 388 ribu sekolah, kalau tidak salah nanti dicek. Ada di tengah gunung, ada di pulau terluar, jadi bagaimana memberi pendidikan yang terbaik untuk Indonesia,” katanya.
Presiden Prabowo menilai kemajuan riset dan inovasi tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan. Karena itu, pemerintah akan menjadikan investasi pendidikan sebagai prioritas strategis untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu menghasilkan penemuan, inovasi, hingga paten yang bermanfaat bagi bangsa.
“Untuk mencapai tingkat inovasi, untuk mencapai tingkat terobosan, untuk mencapai tingkat penemuan-penemuan, paten-paten, dan sebagainya, itu dasarnya pendidikan. Dan inilah saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita,” tegasnya.
Sejumlah langkah pun disiapkan pemerintah, mulai dari perbaikan kondisi fisik sekolah hingga pembangunan sekolah unggulan bagi peserta didik berprestasi. Sekolah tersebut nantinya diarahkan menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) serta menjalin kerja sama dengan universitas-universitas terbaik dunia.
“Kita kerja sama, kita undang universitas-universitas terbaik di dunia, kerja sama dengan universitas kita di sini. Entah joint, entah KSO (Kerja Sama Operasi),” jelas Presiden Prabowo.
Presiden menyebut penguatan pendidikan dan riset merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan komitmen berkelanjutan. Ia juga mengakui investasi Indonesia di bidang penelitian dan pengembangan (research and development) masih rendah sehingga perlu ditingkatkan.
“Ini investasi jangka panjang. Kita koreksi diri kita sebagai bangsa. Investasi kita di bidang research and development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ini koreksi kita dan juga ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu,” tuturnya.
Untuk menopang investasi tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat efisiensi pengelolaan keuangan negara. Menurutnya, ruang fiskal dapat diperkuat melalui pemberantasan praktik korupsi, penipuan, fraud, under-invoicing, hingga mismanagement.
“Untuk itu tentunya kita perlu dana. Dana itu kita cari. Dana itu dari mana? Dari penghematan hal-hal korup, praktik-praktik koruptif, praktik-praktik penipuan, fraud, under-invoicing, mismanagement,” pungkasnya.