Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pangkat pertama yang disandang para perwira remaja Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan amanah sekaligus kepercayaan besar dari seluruh rakyat Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan amanat pada Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

“Mulai hari ini, saudara bukan lagi milik dirimu sendiri. Mulai hari ini, sesungguhnya saudara bukan lagi milik keluargamu lagi. Saudara sudah menjadi milik bangsa dan negara. Saudara adalah generasi penerus yang akan memikul tanggung jawab berat untuk membela negara dan bangsa, meneruskan cita-cita pendiri bangsa,” tegas Presiden.

Presiden menekankan bahwa tugas seorang perwira tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga harus selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi pelindung rakyat dalam setiap situasi. Karena itu, Kepala Negara mengapresiasi keterlibatan para calon perwira dalam membantu penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat.

“Itulah makna pengabdian yang sesungguhnya. Saya gembira bahwa angkatan ini terlibat langsung dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Kita adalah tentara dan polisi rakyat. Kesulitan rakyat akan menjadi kesulitan saudara,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa sumpah perwira yang telah diucapkan merupakan janji suci kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, negara, dan seluruh rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, Presiden meminta seluruh perwira muda untuk senantiasa memegang teguh nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Setialah kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Setialah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang paling utama, setialah kepada rakyat Indonesia. Jangan pernah ada kepentingan apa pun yang lebih tinggi daripada kepentingan bangsa,” pesan Presiden.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan akan semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika global. Ancaman terhadap bangsa, menurut Presiden, tidak lagi hanya berbentuk kekuatan militer, tetapi juga perang siber, penyebaran disinformasi, kejahatan lintas negara, penyelundupan, peredaran narkotika, hingga infiltrasi budaya.

Karena itu, Presiden mendorong para perwira muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), sistem siber, teknologi nirawak, serta kemampuan berbahasa asing.

“Saudara-saudara sebagai generasi penerus adalah garda terdepan untuk meraih cita-cita kita, menjaga bangsa dan negara. Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kuasai kecerdasan buatan, sistem siber, teknologi nirawak, dan bahasa asing. Perwira masa depan harus unggul dalam karakter, disiplin, kepemimpinan, serta penguasaan sains dan teknologi,” tandas Presiden.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp