Anggota Komisi V DPR RI, Sriyanto Saputro, mendorong pemerintah memperkuat sistem keselamatan di perlintasan sebidang, khususnya di kawasan Solo Raya. Menurutnya, penerapan teknologi seperti Early Warning System (EWS) perlu dioptimalkan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan tanpa mengganggu fungsi kawasan, termasuk jalur Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi yang menjadi salah satu ikon Kota Surakarta.
Hal tersebut disampaikan Sriyanto saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Stasiun Solo Balapan, Surakarta, Jumat (17/7/2026).
“Sudah ada beberapa skema, termasuk uji coba dengan EWS, karena kawasan ini merupakan jalur CFD. Ini perlu dipertahankan untuk mendukung pariwisata, tetapi jangan sampai ada korban. Kita harus mencari solusi yang tepat,” ujarnya.
Sriyanto menilai keberadaan jalur kereta api yang melintasi pusat kota merupakan karakteristik khas Surakarta yang memiliki nilai historis dan menjadi daya tarik tersendiri. Namun, menurutnya, kondisi tersebut harus diimbangi dengan sistem keselamatan yang andal agar aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan aman.
Legislator Gerindra itu mengapresiasi uji coba penerapan EWS di sejumlah perlintasan sebidang sebagai langkah positif dalam meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan. Teknologi tersebut dinilai penting, terutama di kawasan dengan mobilitas tinggi seperti Jalan Slamet Riyadi yang rutin digunakan untuk kegiatan CFD.
Lebih lanjut, Sriyanto mengingatkan bahwa kecelakaan di perlintasan sebidang masih kerap terjadi di berbagai daerah. Karena itu, ia menilai diperlukan langkah penanganan yang lebih komprehensif melalui peningkatan fasilitas keselamatan, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menciptakan sistem transportasi yang aman sekaligus tetap mendukung aktivitas masyarakat dan pengembangan sektor pariwisata di Kota Surakarta.