Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran untuk mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Bahkan, Presiden menyatakan anggaran sektor pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi apabila diperlukan demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan usai memimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem. Kita akan hemat anggaran, kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden.

Menurut Presiden, kebijakan efisiensi anggaran merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mempersiapkan Indonesia menjadi salah satu negara terbesar di dunia pada 2045–2050. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia, terutama generasi muda, menjadi prioritas utama.

“Anak-anak yang sekarang berusia 10 tahun, 25 tahun lagi akan menjadi inti bangsa Indonesia. Kalau sekarang kita tidak mengurus mereka, bagaimana mereka akan membawa Indonesia menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa kekuatan sebuah negara tidak hanya diukur dari kemampuan pertahanan dan keamanan, tetapi juga dari tingkat kesejahteraan rakyat. Menurutnya, masyarakat yang sehat, kuat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam dengan bangsa Indonesia, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Karena itu TNI dan Polri harus selalu berada di tengah-tengah rakyat, di tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengapresiasi peran TNI dan Polri yang dinilainya telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pembangunan, seperti pembangunan ribuan jembatan dan penyediaan akses air bersih di berbagai daerah.

“Hari ini saya bangga dan terharu. TNI membangun ribuan jembatan, Polri juga membangun ribuan titik air. Kesulitan rakyat harus kita atasi bersama,” ungkap Presiden.

Menutup sambutannya, Presiden kembali menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan institusi milik rakyat yang harus selalu hadir membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Ini Indonesia. TNI dan Polri milik rakyat. Kesulitan rakyat harus kita atasi, dan TNI serta Polri harus menjadi bagian dari solusi bagi rakyat,” tutup Presiden.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp