Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui penyediaan hunian yang layak dan terjangkau. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5/2026).
Presiden mengungkapkan, pemerintah telah membangun sekitar 350 ribu unit rumah pada tahun ini. Namun ke depan, target pembangunan akan ditingkatkan secara signifikan hingga mencapai minimal 1 juta rumah.
“Kita sudah membangun 350 ribu rumah. Tapi sasaran kita minimal satu juta rumah, dan itu mulai kita jalankan tahun ini. Rumah-rumah ini akan dibangun dalam cluster yang dekat dengan kawasan industri dan tempat bekerja,” ujar Presiden.
Lebih lanjut, Presiden memaparkan rencana pembangunan kota-kota baru yang dirancang khusus untuk mendukung kehidupan para pekerja. Setiap kawasan akan dilengkapi fasilitas publik yang memadai, mulai dari pendidikan hingga transportasi.
“Tiap kota bisa terdiri dari 100 ribu rumah susun. Saya perintahkan harus ada sekolah, fasilitas olahraga, daycare, rumah sakit, dan transportasi seperti kereta ringan atau bus, agar pekerja bisa beraktivitas dengan lancar,” jelasnya.
Presiden juga menyoroti tingginya beban biaya tempat tinggal yang selama ini ditanggung pekerja. Pemerintah, kata dia, akan mengarahkan agar pengeluaran tersebut dialihkan menjadi cicilan kepemilikan rumah dengan tenor panjang dan terjangkau.
“Yang selama ini 30 persen untuk kontrak, kita ubah jadi cicilan rumah sendiri. Tenornya bisa 20 hingga 40 tahun, disesuaikan kemampuan. Yang penting, pekerja bisa punya rumah,” tegasnya.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah akan menghadirkan akses kredit berbunga rendah melalui perbankan milik negara. Presiden memastikan skema kredit tersebut dirancang untuk meringankan beban masyarakat.
“Kita akan kucurkan kredit untuk rakyat dengan bunga maksimal sekitar 5 persen per tahun,” tambahnya.
Program penyediaan hunian ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup pekerja, sekaligus memastikan akses terhadap tempat tinggal yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.