Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), untuk membahas kesiapan pemerintah dalam menghadapi Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam pengantarnya, Presiden menyampaikan harapannya agar seluruh ibadah umat Islam selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah Swt., serta masyarakat dapat kembali dipertemukan dengan Ramadhan pada tahun mendatang.

“Kita sudah memasuki hari ke-23 di bulan suci Ramadhan ini, dan tujuh hari lagi kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga ibadah kita diterima oleh Allah Swt., dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan mendatang bagi umat Islam,” ujar Presiden Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang agama yang telah menjaga suasana toleransi selama bulan Ramadhan. Menurutnya, sikap saling menghormati antarumat beragama merupakan salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia.

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kita yang beragama lain yang telah menghormati bulan Ramadhan dengan baik. Ini selalu menjadi kebanggaan dan keunggulan bangsa Indonesia, yaitu kita melaksanakan ibadah agama kita masing-masing dalam suasana kerukunan, kekeluargaan, dan saling menghormati,” ungkap Presiden.

Presiden Prabowo bahkan menyinggung pengalaman berkesan saat menghadiri peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur. Ia menuturkan bahwa sejumlah gereja di Malang membuka halaman dan area parkirnya untuk membantu jamaah yang menghadiri acara tersebut. Menurut Presiden, hal tersebut menjadi contoh nyata semangat kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.

“Di situ oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama disampaikan bahwa gereja-gereja di Malang membantu membuka halamannya, mempersilahkan warga NU beristirahat di halaman gereja serta menyediakan area parkir. Inilah keunggulan kita, kebaikan kita, kekuatan kita. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu. Ini harus kita jaga,” tutur Presiden.

Selain membahas kesiapan Idul Fitri, Presiden juga menyinggung berbagai upaya pemerintah dalam menangani dampak bencana di sejumlah daerah. Kepala Negara menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh unsur pemerintah yang terlibat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Tadi baru saja kita lihat video klip singkat mengenai apa yang dilaksanakan oleh Satgas Jembatan 218 jembatan dibangun dalam waktu 2,5 bulan. Ini menunjukkan reaksi cepat dan tanggap dari kehadiran pemerintah,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo pun menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di berbagai daerah, termasuk pemerintah daerah, aparat, serta para relawan yang bekerja langsung di lapangan.

“Atas nama negara dan bangsa, sebagai Presiden saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras. Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi sampaikan penghargaan dan terima kasih saya kepada semua unsur di lapangan yang telah bekerja keras,” tandas Presiden.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp