Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti sejumlah faktor yang mempengaruhi daya saing industri makanan dan minuman (mamin), mulai dari ketersediaan energi, kemudahan perizinan, hingga produktivitas sumber daya manusia. Hal itu disampaikan saat Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI ke PT Garuda Food Putra Putri Jaya di Gresik, Kamis (5/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut turut hadir sejumlah mitra kerja Komisi VII, antara lain Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Badan Standardisasi Nasional, LKBN Antara, dan TVRI.
Bambang Haryo menilai industri makanan dan minuman sangat bergantung pada ketersediaan energi, khususnya gas. Karena itu ia menanyakan apakah industri telah mendapatkan insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).
“Gas ini paling utama. Apakah sudah mendapatkan insentif HGBT? Alhamdulillah sudah,” ujarnya.
Selain gas, ia juga menyoroti perlunya dukungan harga listrik dari Perusahaan Listrik Negara dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Menurutnya, penyederhanaan perizinan dan sertifikasi produk juga penting untuk menghindari ekonomi biaya tinggi yang dapat menghambat daya saing industri.
Disisi lain, ia menilai produktivitas sumber daya manusia (SDM) nasional masih menjadi tantangan. Bambang Haryo menyebut produktivitas tenaga kerja Indonesia masih tertinggal dibanding beberapa negara di Asia Tenggara.
“Produktivitas sumber daya manusia kita dibanding negara-negara Asia Tenggara bisa 1 banding 3. Padahal gajinya hampir sama, tetapi produktivitas di negara lain lebih tinggi,” jelasnya.
Legislator Gerindra itu juga menyoroti pentingnya kepastian pasokan bahan baku, seperti kacang tanah yang banyak diproduksi di wilayah Tuban dan Bangkalan. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan keseimbangan antara pasokan dari petani dan kebutuhan industri.
Di akhir pernyataannya, Bambang Haryo berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat terus mendukung pengembangan industri nasional agar semakin kompetitif di tengah tantangan ekonomi global.