Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, menilai penguatan fasilitas dan tenaga kesehatan di RSUD Raden Mattaher perlu segera dipercepat. Hal ini seiring meningkatnya kasus penyakit katastropik di sejumlah wilayah, termasuk di Provinsi Jambi.
Hal tersebut disampaikannya usai meninjau langsung rumah sakit rujukan utama Provinsi Jambi dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI, Senin (23/2/2026).
“Kita melihat masih ada sejumlah fasilitas penunjang layanan kesehatan yang perlu mendapat perhatian bersama,” ujar Ade.
Ia mencontohkan kebutuhan penambahan alat hemodialisa. Menurutnya, kapasitas yang tersedia saat ini tergolong memadai, namun tren peningkatan pasien penyakit katastropik menuntut adanya antisipasi.
“Kami menilai alat hemodialisa yang ada cukup mumpuni. Namun, melihat perkembangan data penyakit katastropik yang terus meningkat, tentu perlu ada penambahan alat kesehatan, khususnya untuk layanan hemodialisa dan sejenisnya,” katanya.
Selain itu, Ade juga menyoroti antrean panjang pada layanan radiasi akibat keterbatasan sarana dan prasarana.
“Antrean pasien cukup panjang. Ini menunjukkan perlunya penambahan alat kesehatan serta penguatan fasilitas fisik,” ucap politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Ia menambahkan, rumah sakit juga perlu melakukan pembangunan fisik guna memenuhi ketentuan kelas rawat inap standar nasional sebagaimana diamanatkan peraturan perundang-undangan.
“Perlu ada pembangunan fisik sebagai bentuk kesiapan RSUD Provinsi Jambi dalam penerapan kelas rawat inap standar. Ini merupakan amanat regulasi yang harus dilaksanakan,” tegasnya.
Selain persoalan fasilitas, Ade turut menyoroti kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis dan subspesialis. Ia mendorong pemerintah daerah untuk mengirim dokter mengikuti pendidikan lanjutan melalui dukungan beasiswa dari pemerintah pusat, dengan komitmen kembali bertugas di daerah setelah menyelesaikan studi.
“Penting bagi kita untuk menginvestasikan dokter, khususnya di Jambi, agar dapat melanjutkan pendidikan spesialis sesuai kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Menurut Ade, penguatan fasilitas dan sumber daya manusia kesehatan harus berjalan beriringan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat meningkat secara optimal.