Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh di berbagai sektor, termasuk kebersihan lingkungan. Menurutnya, Indonesia harus berani melakukan perbaikan dari tingkat desa hingga ibu kota negara.

“Termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi, dan ibu kota negara. Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita buktikan,” ujar Presiden dalam pidatonya pada Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Kepala Negara menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang harus ditangani secara sistematis dan berbasis teknologi ramah lingkungan. Presiden mengapresiasi sejumlah lembaga pendidikan yang telah mengembangkan alat daur ulang dan pemusnah sampah berskala kecil yang tidak menimbulkan polusi maupun bau.

“Cukup dalam skala kecil dan ramah lingkungan. Kita harapkan alat-alat itu ada di setiap kelurahan dan kecamatan, sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA. Sampah diselesaikan di tingkat paling bawah. Ini akan kita laksanakan tahun ini juga. Untuk skala besar, kita cari teknologi terbaik dan sudah mulai,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memperkenalkan gerakan “ASRI” (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai bagian dari transformasi kebersihan dan tata kelola lingkungan. Ia turut mendorong program “gentengisasi” untuk memperbaiki kualitas hunian di desa, kecamatan, hingga kota-kota besar di seluruh Indonesia.

Di bidang stabilitas nasional, Presiden menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan kepastian hukum sebagai fondasi pembangunan. Ia memastikan Indonesia memiliki rekam jejak kuat dalam menghormati perjanjian internasional dan kewajiban keuangan negara.

“Kita punya rekam jejak yang sangat baik. Indonesia belum pernah default dalam sejarah. Kita selalu hormati perjanjian pemerintah-pemerintah terdahulu. Kita terbuka untuk investasi dari mana pun dan yakin akan bangkit dengan meyakinkan,” tegas Presiden.

Menutup pidatonya, Presiden memperkenalkan strategi besar bertajuk “Indonesia Incorporated” yang menekankan kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun negeri.

“Pemerintah yang bersih dan adil harus membantu yang paling lemah dan paling miskin. Kita bangkit bersama. Indonesia bukan lagi raksasa yang tertidur, tapi raksasa yang berdiri dan membangun kehidupan lebih baik bagi rakyatnya,” tandasnya.

Arah pembangunan nasional, menurut Presiden, tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada transformasi lingkungan, tata kelola kota yang modern, serta stabilitas nasional sebagai fondasi menuju masa depan Indonesia yang berkelanjutan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp