Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menekankan pentingnya sosialisasi serta penguatan strategi komunikasi bagi petugas sensus dalam menghadapi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, petugas sensus perlu dibekali keterampilan khusus agar mampu menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Terkait persiapan Sensus Ekonomi, yang paling utama adalah pengembangan strategi komunikasi dalam sosialisasi. Apalagi di Sumatera Selatan terdapat 17 kabupaten/kota dengan karakter wilayah dan tantangan yang berbeda-beda,” ujar Himmatul usai memimpin kunjungan kerja spesifik di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (30/1/2026).
Ia menjelaskan, berbagai kendala yang muncul pada pelaksanaan sensus ekonomi sebelumnya harus dijadikan bahan evaluasi agar dapat diantisipasi sejak dini sebelum petugas turun ke lapangan.
“Kesulitan pada sensus-sensus sebelumnya harus menjadi pelajaran. Terlebih saat ini teknologi terus berkembang, sehingga sosialisasi harus dilakukan lebih kreatif. Termasuk menyusun bentuk pertanyaan yang tidak terkesan langsung menyasar hal-hal sensitif yang bisa membuat responden enggan menjawab,” jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Menurutnya, keterampilan komunikasi menjadi kunci penting bagi petugas sensus agar proses pengumpulan data berjalan efektif dan akurat.
Lebih lanjut, Himmatul menegaskan bahwa Komisi X DPR RI juga mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan untuk menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi dan pemangku kepentingan.
“Kerja sama ini bisa menjadi semacam pintu masuk bagi petugas sensus kepada para pelaku usaha, sehingga data awal sudah dapat diperoleh sebelum pertanyaan-pertanyaan diajukan secara langsung,” pungkasnya.