Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, mengkritik keras pemangkasan anggaran riset di Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura Bogor. Meski anggaran dipotong drastis, lembaga di bawah Kementerian Pertanian tersebut dinilai tetap mampu menghasilkan bibit unggul strategis.
Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI, Kamis (22/1/2026), terungkap bahwa alokasi dana penelitian BRMP kini hanya tersisa Rp27 miliar setelah mengalami pemangkasan besar-besaran.
“Terus terang kami cukup prihatin karena anggaran penelitian ini disunat sangat besar hingga tersisa Rp27 miliar. Namun kami tetap salut, para peneliti di sini masih berjuang dan semangat menghasilkan produk-produk pertanian unggul,” ujar Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek.
Di tengah keterbatasan anggaran, BRMP tetap menunjukkan berbagai capaian riset yang dinilai strategis bagi ketahanan pangan nasional. Di antaranya pengembangan bibit unggul padi, kedelai, bawang putih, berbagai komoditas buah, hingga ayam kampung berproduktivitas tinggi dengan kemampuan bertelur hingga 250 butir per tahun.
Titiek mengaku terkejut dengan capaian tersebut dan menegaskan bahwa hasil riset tidak boleh berhenti di laboratorium.
“Kami sangat terkejut karena sudah banyak bibit unggul yang berhasil dikembangkan. Ini harus ditindaklanjuti, tidak hanya berhenti di penelitian, tetapi disebarluaskan dan dimanfaatkan di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Komisi IV DPR RI berkomitmen memperjuangkan penguatan anggaran riset pertanian pada tahun mendatang. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas petani melalui pemanfaatan bibit hasil inovasi dalam negeri.
“Kami di Komisi IV akan mendorong peningkatan anggaran penelitian dan pengembangan produk-produk pertanian ini,” pungkas Titiek.
Komisi IV berharap hasil riset BRMP Hortikultura Bogor dapat segera diimplementasikan secara luas agar manfaatnya langsung dirasakan petani, sekaligus mendukung program swasembada pangan yang tengah digalakkan Presiden Prabowo Subianto.