Komisi II DPR RI menegaskan pentingnya penguatan tata kelola dan transparansi kinerja Bank Sulselbar sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis di Sulawesi Selatan. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, saat memimpin kunjungan kerja (kunker) reses ke Kantor Bank Sulselbar di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/12/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap BUMD agar mampu menjalankan prinsip akuntabilitas, profesionalisme, dan transparansi secara konsisten. Bahtra menilai Bank Sulselbar memiliki peran penting dalam menopang kemandirian fiskal daerah, baik melalui setoran dividen, pelayanan publik, maupun penyaluran kredit produktif.
“Kami datang untuk memastikan Bank Sulselbar semakin baik, semakin transparan, dan yang paling utama mampu meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat,” ujar Bahtra.
Menurutnya, pengawasan perlu terus diperkuat agar tata kelola perusahaan sejalan dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Dalam pembahasan bersama jajaran direksi, Komisi II DPR RI menyoroti pentingnya transparansi laporan keuangan, penguatan fungsi audit internal, serta peningkatan kapasitas dan profesionalitas komisaris maupun direksi. Bahtra menegaskan bahwa tata kelola yang kuat merupakan fondasi utama bagi bank daerah untuk mampu bersaing di tengah dinamika industri keuangan yang semakin kompleks.
“Kita ingin memastikan Bank Sulselbar tidak hanya tumbuh, tetapi tumbuh secara sehat dan akuntabel,” tegasnya.
Komisi II juga mengapresiasi capaian kinerja Bank Sulselbar yang mencatat pertumbuhan sekitar 8,4 persen pada tahun berjalan. Meski demikian, Bahtra menekankan pentingnya peningkatan efisiensi operasional dan diversifikasi produk guna mendorong peningkatan kontribusi terhadap PAD.
“Pertumbuhan yang baik harus diikuti dengan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah,” kata Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Komisi II DPR RI menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis yang perlu dijawab secara komprehensif oleh Bank Sulselbar. Hasil pengawasan ini akan menjadi bahan masukan dalam penyusunan kebijakan nasional terkait penguatan peran BUMD.
“Kami berharap pertemuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah serta memperkuat peran BUMD dalam mendorong perekonomian regional,” pungkas Bahtra.