Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, Hj. Kartika Sandra Desi, SH., M.M., kembali hadir di tengah masyarakat dengan menggelar Sosialisasi Penguatan Penegakan Hukum Kehutanan di Kota Lubuklinggau, Jumat (22/8/2025).
Kegiatan bertema “Melalui Peningkatan Peran Serta Masyarakat dan Sinergitas antara Pemerintah dan Masyarakat di Kota Lubuklinggau” ini diikuti oleh tokoh adat, akademisi, perwakilan masyarakat, serta unsur pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Kartika menegaskan pentingnya keterlibatan publik dalam menjaga kelestarian hutan. Ia menyebut, hutan bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga penyangga kehidupan yang menentukan masa depan bangsa.
“Kegiatan ini kita laksanakan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut mengawasi dan melindungi hutan dari segala bentuk pelanggaran. Penegakan hukum tidak akan berjalan efektif tanpa sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat,” ujarnya.
Kartika juga menekankan bahwa isu kehutanan tidak sebatas soal penebangan liar, tetapi erat kaitannya dengan keberlanjutan lingkungan, perubahan iklim, hingga kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada hutan. Karena itu, kesadaran hukum perlu diperkuat agar tercipta tata kelola kehutanan yang adil dan berkelanjutan.
Ia berharap kegiatan ini mampu memicu lahirnya gerakan bersama di Lubuklinggau untuk menjaga kelestarian hutan.
“Pemerintah memiliki keterbatasan, aparat pun demikian. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi kekuatan nyata dalam menegakkan hukum kehutanan. Dengan sinergi, kita menjaga hutan bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Acara ditutup dengan dialog interaktif, di mana masyarakat menyampaikan aspirasi serta pandangan terkait persoalan kehutanan di daerahnya. Kartika menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi tersebut di Senayan, khususnya dalam bidang kehutanan, pertanian, dan lingkungan hidup.
Melalui kegiatan ini, ia berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa hutan adalah titipan yang harus dijaga bersama demi masa depan bangsa.