Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, menegaskan komitmennya mendukung kemajuan industri kreatif nasional melalui regulasi yang lebih berpihak. Dalam konferensi pers Indonesia Game Week (IGW) 2025 di Blok M Hub, Jumat (8/8/2025), ia menyatakan kesiapan untuk merevisi undang-undang demi memperkuat ekosistem industri kreatif.

“Kalau memang perlu direvisi, ayo kita bahas. Aturannya harus benar-benar mendukung,” tegas Rahayu.

Konferensi pers bertema #BanggaMainLokal: Kolaborasi Lintas Industri untuk Negeri ini digagas UniPin bersama sejumlah brand F&B dan pengembang game lokal. Hadir pula Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang memberikan sambutan.

Dalam pidatonya, Rahayu menekankan pentingnya sinergi lintas sektor mulai dari game, film, merchandise, hingga kuliner untuk mengangkat potensi besar ekonomi kreatif Indonesia yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Kita punya kekayaan Intellectual Property yang luar biasa, tapi belum sepenuhnya didalami. Sudah saatnya gotong royong agar dunia melihat kekuatan kita,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya dukungan politik terhadap isu strategis seperti kesetaraan gender, digitalisasi pariwisata, dan pembangunan ekosistem pariwisata berbasis data.

IGW 2025 yang berlangsung 6–10 Agustus di Blok M Hub menjadi ajang penting bagi pelaku industri kreatif digital Indonesia. Pameran ini menampilkan 20 IP lokal berbasis game, komik, karakter digital, dan konten kreatif, berdampingan dengan nama besar seperti Free Fire, COD Mobile, Pokemon, Tekken, dan Ghosty’s Comic.

Selain pameran, IGW menghadirkan talkshow, sesi jejaring bisnis, dan kolaborasi strategis untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi kreator lokal.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp