Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, mendorong penambahan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pariaman, Sumatera Barat, agar dapat menjangkau seluruh siswa serta kategori penerima manfaat lainnya.
“Saat ini baru ada satu dapur MBG di Pariaman. Perlu penambahan agar seluruh siswa bisa menerimanya,” kata Ade saat Sosialisasi Program MBG di Pariaman, Jumat (8/8/2025).
Ia menyebut, pemerintah pusat telah menganggarkan sekitar Rp120 triliun pada 2026 untuk program MBG. Dana tersebut, menurutnya, bisa dimanfaatkan untuk menambah dapur di Pariaman sehingga manfaatnya dirasakan secara merata.
Ade menilai, selain mendukung pemenuhan gizi anak, program MBG juga berdampak pada perekonomian lokal karena membutuhkan pasokan dari nelayan, peternak, dan petani.
“Menunya bervariasi ada nasi goreng, nasi putih dengan telur, ikan, atau ayam, hingga spageti dengan mempertimbangkan kandungan gizinya,” ujarnya.
Selain siswa, MBG juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sehingga kebutuhan dapur tambahan semakin mendesak.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menargetkan penambahan delapan dapur MBG hingga akhir 2025. Pemkot, kata dia, telah menyiapkan program ketahanan pangan, antara lain membagikan 12 ribu ekor ayam kampung petelur kepada warga, serta mendorong dapur MBG membeli bahan baku dari Koperasi Merah Putih yang ada di setiap desa dan kelurahan.
Produk koperasi berasal dari petani, peternak, dan nelayan setempat, sehingga diharapkan mendongkrak ekonomi daerah sesuai arahan Presiden RI. Saat ini, baru sekitar 3.500 dari 20 ribu siswa di Pariaman yang menerima manfaat MBG.