Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, menyebut bahwa capaian tarif impor sebesar 19 persen dari Amerika Serikat terhadap sejumlah komoditas Indonesia merupakan hasil dari keberhasilan diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Hekal, tarif tersebut termasuk salah satu yang terbaik di kawasan ASEAN dan tidak lepas dari upaya negosiasi langsung Presiden Prabowo kepada Pemerintahan AS, serta langkah strategis dalam melakukan renegosiasi terhadap komoditas unggulan RI yang dibutuhkan pasar Amerika.

“Ini adalah bentuk diplomasi ekonomi yang konkret. Presiden Prabowo melakukan pendekatan langsung dan berhasil menurunkan sejumlah hambatan tarif yang sebelumnya lebih tinggi,” ujar Hekal, Rabu (6/8/2025).

Meski menyambut positif pencapaian ini, Hekal menegaskan bahwa DPR RI tetap mendorong pemerintah untuk mempercepat perbaikan daya saing nasional. Hal ini penting agar Indonesia tidak hanya bergantung pada relasi diplomatik, tetapi juga mampu bersaing secara mandiri di pasar global.

“Kita tetap perlu memperkuat daya saing produk nasional, baik dari sisi kualitas, efisiensi logistik, maupun inovasi. Tarif 19 persen adalah peluang, tapi jika tidak direspons dengan penguatan sektor dalam negeri, kita akan kesulitan bersaing secara berkelanjutan,” jelasnya.

DPR RI, kata Hekal, juga terus memantau potensi dampak jangka panjang terhadap ekspor nasional serta mendorong langkah antisipatif agar industri dalam negeri dapat memanfaatkan kebijakan tarif ini secara maksimal.

“Yang penting adalah bagaimana pemerintah dan pelaku usaha merespons momentum ini. DPR siap mendukung dengan regulasi yang mendukung kemudahan usaha dan peningkatan ekspor,” tutupnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp