Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menyoroti sejumlah hambatan serius yang masih membayangi sektor pendidikan di Jawa Tengah, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal ini ia sampaikan dalam kunjungan kerja reses Komisi X DPR RI di Semarang, Jumat (25/7/2025).

“Masalah pendidikan di Jawa Tengah masih di bawah standar. Banyak sekolah belum memenuhi kualitas ideal jika dibandingkan secara nasional, padahal Jateng adalah provinsi yang cukup sentral,” ujarnya.

Salah satu isu utama yang disorot adalah tingginya angka pengangguran dari lulusan SMK. Menurut Himmatul, ini bukan semata soal kurikulum, tetapi juga terkait keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan vokasi yang dinilai sudah tidak memadai.

“Dari masukan yang kami terima, banyak peralatan praktik di SMK sudah usang. Akibatnya, lulusan kita sering gagap teknologi karena alat yang mereka gunakan di sekolah tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pembaruan infrastruktur pendidikan vokasi agar selaras dengan perkembangan dunia usaha dan industri. Investasi dalam modernisasi alat praktik dan fasilitas pendukung harus menjadi prioritas.

“SMK seharusnya mencetak tenaga kerja siap pakai. Tapi kalau peralatannya tertinggal, lulusan akan kesulitan bersaing. Sarana dan prasarana harus diperbarui agar kompetensi lulusan benar-benar sesuai kebutuhan dunia kerja,” tegas politisi Fraksi Gerindra tersebut.

Komisi X DPR RI, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui kebijakan yang tepat sasaran, pengawasan melekat, serta dukungan anggaran yang berkelanjutan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp