Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Ambon mempertanyakan kejelasan penyaluran bantuan bagi korban gempa bumi yang melanda Ambon dan sekitarnya pada 2019.

Sekretaris Fraksi Gerindra, Christianto Laturiuw, menyoroti lambannya distribusi bantuan tahap II serta minimnya informasi yang diterima masyarakat terdampak.

“Ada sekitar 2.323 korban gempa yang belum menerima bantuan. Padahal, DPRD lewat Komisi I sudah menyerahkan semua dokumen ke BNPB di Jakarta,” kata Laturiuw di Ambon, Jumat (20/06/2025).

Ia menyebut, pada tahap I sekitar 1.300 warga telah menerima bantuan. Namun hingga kini, tidak ada kejelasan mengenai bantuan tahap II.

“Fraksi Gerindra terus menyuarakan hal ini dalam berbagai rapat anggaran. Tapi sampai sekarang belum ada penyelesaian, padahal data korban sudah lengkap,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah harus hadir dan menyampaikan secara terbuka status bantuan tersebut agar masyarakat tidak terus menunggu dalam ketidakpastian.

“Kami paham kondisi keuangan daerah, tapi komitmen untuk menyelesaikan masalah ini harus disampaikan dengan tegas,” ujarnya.

Selain itu, Laturiuw juga mengingatkan pentingnya mitigasi dan langkah pencegahan bencana di tengah kondisi iklim yang tidak menentu.

Ia menekankan, meski anggaran terbatas, tetap harus ada langkah konkret dari pemerintah untuk memberikan kepastian dan perlindungan bagi warga.

“Jangan sampai kita baru bertindak setelah ada korban lagi. Antisipasi dini harus jadi prioritas,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp