Penguatan sektor industri kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai sebagai kunci strategis dalam pengembangan pariwisata di Maluku. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, dalam kunjungan kerja di Ambon, Rabu (11/6/2025).
Menurutnya, jika Maluku ingin menjadi destinasi wisata yang berdaya saing, maka pemberdayaan ekonomi kreatif dan UMKM lokal harus menjadi prioritas utama. Ia mencontohkan Jepang sebagai negara yang sukses memanfaatkan kekuatan budaya lokal melalui strategi soft power yang mendukung sektor pariwisata dan industri kreatif.
“Jepang dikenal karena kulinernya, animasinya, hingga musik dan budayanya. Mereka memaksimalkan soft power untuk menopang pariwisata. Hal ini juga sangat mungkin diterapkan di Maluku,” ujarnya.
Rahayu juga menyoroti potensi besar Ambon di bidang musik, mengingat statusnya sebagai City of Music dari UNESCO. Ia menyebut musik Indonesia Timur memiliki karakteristik yang khas dan berpotensi menembus pasar internasional, terutama dengan kesamaan nuansa Afrobeat dan Latin yang kini populer di industri hiburan global.
“Musik dari Maluku bisa menjadi ikon baru pariwisata selain keindahan alamnya. Ini adalah kekuatan budaya yang belum dimanfaatkan secara maksimal,” tambahnya.
Selain itu, Rahayu menekankan pentingnya penguatan UMKM berbasis kearifan lokal seperti kuliner, kerajinan, dan produk kreatif. Ia juga menilai koperasi sebagai instrumen strategis untuk memberdayakan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengembangan usaha kecil dan menengah.
“Sebelum crowdfunding hadir, koperasi sudah menjadi bentuk gotong royong ekonomi yang nyata. Ini sangat relevan bagi anak muda Maluku, bahkan bisa menjangkau hingga ke desa-desa,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi antara penguatan UMKM, koperasi, dan industri kreatif akan menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat daya tarik wisata Maluku.
Rahayu memastikan Komisi VII DPR RI siap mendukung penguatan kebijakan ekonomi kreatif dan UMKM di Maluku, baik dari sisi penganggaran maupun koordinasi lintas kementerian.
“Kami siap memperjuangkan masukan yang kami terima selama kunjungan ini agar program-program konkret bisa segera diwujudkan untuk kemajuan pariwisata Maluku,” pungkasnya.