Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama pemerintahannya. Fokus ini didukung oleh peningkatan anggaran signifikan, mencerminkan komitmen kuat untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain perbaikan jalan, pembangunan infrastruktur juga mencakup fasilitas vital seperti sistem irigasi dan akses air bersih, yang berperan penting dalam menunjang kesehatan dan ketahanan pangan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun ini meningkatkan anggaran untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), seiring meningkatnya kebutuhan air bersih, terutama di wilayah rawan kekeringan seperti Kabupaten Garut.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar, Dede Kusdinar, menyebut Garut sebagai daerah pertanian yang menghadapi tantangan serius terkait pasokan air, terutama saat musim kemarau. Saat ini, SPAM di Garut dikelola di 4 lokasi oleh PDAM dan 25 lokasi oleh desa. Jumlah ini dinilai masih kurang.

“Dengan banyaknya desa di Garut, SPAM harus ditambah,” tegas Dede, Minggu (18/5/2025).

Ia menyoroti pentingnya pengembangan jaringan pipanisasi untuk menjangkau lebih banyak wilayah terdampak kekeringan. Menurutnya, hal ini akan mendukung ketersediaan air bersih, meningkatkan ketahanan pangan, dan menjaga kesehatan masyarakat.

“Jaringan pipanisasi sangat dibutuhkan, terutama di daerah rawan kekeringan,” ujar Dede.

Lebih lanjut, Dede menekankan bahwa air bersih tidak hanya penting untuk kebutuhan harian, tetapi juga untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Ia berharap penguatan SPAM di Garut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air dan dampaknya terhadap masyarakat.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp