Search
Close this search box.

PT KCI Beli Kereta Bekas Jepang, Bambang Haryadi: Ini Tidak Sejalan dengan Instruksi Presiden

Polemik rencana impor PT KCI untuk mendatangankan kereta bekas dari jepang sebagai pengganti 10 rangkaian KRL Jabodetabek pada 2023 ini, dan 16 rangkaian di tahun depan mendapat sorotan keras dari Pimpinan Komisi VII DPR RI.

“Ini tidak sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi yang ingin mengutamankan penggunaan industri dalam negeri. Kita punya BUMN produsen kereta PT. INKA, bahkan beberapa negara sudah menggunakan produk mereka. LRT Jabodetabek aja buatan INKA, kok malah ngotot mau beli rongsokan dari jepang” ungkap Bambang Haryadi dalam keterangannya, Selasa, (28/02/2023).

Menurut Bambang, semestinya PT KCI berpikir kalau yang mereka beli adalah kendaraan buat rakyat.

“Ini kendaraan umum untuk rakyat, seharusnya berikan yang terbaik, ternyaman dan teraman. Masa pengadaan kendaran untuk para pejabat aja baru, kok kendaraan umum untuk rakyat dibelikan rongsokan. Ironis sekali” kata wakil ketua Komisi VII itu.

Bambang menegaskan pihaknya sejalan dengan Kementrian Perindustrian (Kemenperin) yang belum sepakat dengan pengadaan kereta bekas tersebut.

“Kami mendukung langkah Kemenperin yang belum menyetujui importasi kereta bekas tersebut, karena harus dikaji dari semua aspek keamanan, kelayakan dan juga aspek teknis lainnya karena ini barang bekas. Jangan sampai baru dipakai sebulan sudah mogok, namanya barang bekas,” pungkasnya.

Seharusnya, PT KCI memanfaatkan industri kereta api dalam negeri yang digawangi PT INKA bukan malah beli kereta daur ulang.

“Dan yang menjadi pertanyaan saya, kenapa tidak memaksimalkan produksi PT. INKA yang notabenenya perusahaan negara dengan memesan jauh jauh hari, padahal sudah tahu kebutuhan untuk KRL jabodetabek jatuh tempo tahun ini dan tahun depan. Kok PT. KCI yang juga BUMN lebih ngotot impor kereta bekas dari jepang yang sudah berusia 28 tahun” ujar Ketua Umum SATRIA Gerindra ini.

“Pantesan Presiden Jokowi sampai gemas dengan kebiasaan impor barang, yang sebenarnya di Indonesia sendiri sudah diproduksi bahkan sudah dipakai Negara lain. Dan saya lihat dari website PT. INKA produknya sudah dipakai Bangladesh, Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura dan Australia dan juga LRT Jabodetabek” pungkas politisi Gerindra itu.

Facebook
Twitter
WhatsApp