Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya menjaga nilai perjuangan, keberanian, ketabahan, dan kesetiaan dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Puncak Peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Presiden Prabowo mengatakan, perjumpaan dan persahabatan dalam perjuangan dibangun atas dasar nilai yang diyakini bersama. Menurutnya, nilai perjuangan membutuhkan keberanian untuk diperjuangkan, serta ketabahan, ketegaran, dan kesetiaan untuk menjaganya.
“Memang benar kita berjumpa, kita berkawan karena nilai, karena nilai perjuangan. Waktu pendiri-pendiri bangsa kita memproklamirkan kemerdekaan, di situ juga dalam keadaan yang belum pasti. Ada yang ikut, ada yang nunggu dan melihat. Ada yang berpihak kepada penjajah. Maksud saya adalah nilai perjuangan itu memerlukan suatu keberanian untuk kita perjuangkan. Yang kedua, nilai perjuangan membutuhkan ketabahan, ketegaran, dan kesetiaan,” ujar Presiden Prabowo.
Berangkat dari pengalamannya di lingkungan keprajuritan, Presiden Prabowo juga mengutip moto yang diajarkan para senior kepada prajurit untuk menggambarkan pentingnya disiplin, kesetiaan, dan kehormatan dalam menjalankan tugas.
“Dalam lingkungan keprajuritan, dalam lingkungan tentara, karena saya memang berasal dari situ. Kita punya suatu boleh dikatakan moto yang diajarkan oleh senior-senior kita kepada kita. Moto itu bunyinya seperti ini, disiplin adalah nafasku, kesetiaan adalah jiwaku, kehormatan adalah segala-galanya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kesetiaan yang utama adalah kepada bangsa, negara, dan rakyat. Ia mengingatkan bahwa kesetiaan bukan sekadar mudah diucapkan, tetapi membutuhkan keteguhan untuk dijalankan dan dijaga.
“Kesetiaan yang pertama adalah kesetiaan kepada bangsa, negara, dan rakyat kita. Kesetiaan itu mudah diucapkan, sulit dijalankan. Jadi, nilai perjuangan pun sulit untuk kita jaga,” pungkas Kepala Negara.