Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Sudiyono

Kemarau panjang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, yang mendapat bantuan distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan.

Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Sudiyono, turun langsung meninjau kondisi warga sekaligus ikut menyalurkan bantuan air bersih di Desa Mojoranu dan Sumodikaran, Kecamatan Dander, Selasa (15/9/2026).

Sudiyono mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi DPR RI dan DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Gerindra sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Ini adalah kolaborasi antara DPR RI dan DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Gerindra yang peduli kepada masyarakat terdampak kekeringan. Untuk hari ini telah memberi bantuan air bersih ke wilayah Sumodikaran dan Mojoranu Kecamatan Dander,” ujar Sudiyono.

Ia mengapresiasi antusiasme warga yang datang mengambil air bersih. Menurutnya, suasana kebersamaan dan kerukunan masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi kekeringan.

“Kami sangat senang melihat antusias warga yang mengambil air bersih ini. Mereka kelihatan rukun dan saling bercanda dengan sesama pengambil air. Ini bukti kerukunan di wilayah Mojoranu sangat terjaga,” katanya.

Namun, Sudiyono menilai distribusi air bersih hanya menjadi solusi sementara. Ia mendorong pemerintah mencari sumber air baru maupun membangun jaringan pelayanan air bersih agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan setiap musim kemarau.

“Hal ini perlu adanya tindak lanjut dari pemerintah untuk mencari sumber air atau pemasangan PDAM agar wilayah yang kekeringan ini tidak kekeringan,” ucapnya.

Berdasarkan data BPBD Bojonegoro hingga 14 September 2026, sebanyak 464 tangki atau sekitar 2.320.000 liter air bersih telah didistribusikan ke 62 desa yang tersebar di 18 kecamatan.

Sudiyono berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, seperti memasak, mencuci, dan mandi.

“Harapan kami kepada warga sekitar, kami selaku wakil dari Fraksi Partai Gerindra berharap agar air bersih ini bermanfaat dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masak, cuci dan mandi sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Penyaluran air bersih menjadi langkah darurat untuk membantu warga menghadapi dampak kemarau. Sementara itu, pembangunan sumber air dan infrastruktur pelayanan air bersih dinilai perlu menjadi bagian dari solusi jangka panjang agar persoalan kekurangan air tidak terus berulang.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp