Anggota Komisi II DPR RI, Esthon Foenay

Anggota Komisi II DPR RI, Esthon Foenay, meninjau gudang Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur di Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, pada Senin (4/5/2026), guna memastikan ketersediaan stok pangan serta kelancaran distribusi logistik bagi masyarakat di wilayah NTT.

Kunjungan tersebut dilakukan bersama tenaga ahli fraksi dan disambut langsung oleh Manajer Bisnis Bulog Kupang, Erlita Mautang, serta Kepala Gudang, Yosep Yogi Kore. Setibanya di lokasi, Esthon meninjau langsung kompleks pergudangan dan melihat kondisi penyimpanan cadangan beras pemerintah.

Dalam pemaparan Bulog, total stok beras yang saat ini tersimpan di gudang Alak mencapai 5.100 ton. Cadangan tersebut berasal dari sejumlah daerah pemasok, seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga Sulawesi Selatan. Selain itu, Bulog juga tengah mendatangkan tambahan pasokan beras dari luar daerah sebanyak 3.000 ton guna memperkuat ketahanan logistik wilayah.

“Dari stok yang ada ini, cukup untuk enam bulan ke depan,” ujar Yosep Yogi Kore.

Selain beras, Bulog Nusa Tenggara Timur juga melakukan penyerapan jagung hasil produksi masyarakat, khususnya dari wilayah Sulamu dan Semau, dengan total mencapai 400 ton.
“Terbanyak dari Sulamu,” tambah Yogi.

Usai menerima paparan tersebut, Esthon Foenay menegaskan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan kondisi pangan nasional tetap aman, sebagaimana menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

“Setelah saya kunjungi lima gudang yang ada di Kota Kupang, stok kita cukup banyak, bahkan terproyeksi hingga enam bulan ke depan. Masyarakat tidak perlu ragu karena stok yang sedang dalam perjalanan juga cukup besar, yakni 3.000 ton,” ujarnya.

Legislator Gerindra itu menambahkan, kepastian stok pangan yang aman menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama di wilayah seperti NTT yang pola konsumsinya tidak hanya bergantung pada beras, tetapi juga jagung sebagai salah satu makanan pokok.

“Kita patut bersyukur, seperti yang disampaikan Presiden, bahwa ketersediaan logistik kita masih terjaga dengan baik. Ini luar biasa, karena di NTT selain beras, jagung juga menjadi makanan pokok termasuk saya sendiri,” ungkapnya.

Esthon juga memberikan apresiasi kepada jajaran Bulog yang dinilai telah bekerja keras menjaga stabilitas stok pangan sekaligus memastikan distribusi tetap berjalan lancar di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan.

Menurutnya, dengan ketersediaan cadangan yang memadai serta tambahan pasokan yang terus berdatangan, masyarakat Nusa Tenggara Timur tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan pangan dalam beberapa bulan ke depan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp