Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Selatan, Hj. Mariana, meninjau Gudang Perum Bulog di Landasan Ulin Utara, Banjarbaru, guna memastikan ketersediaan stok pangan serta kesiapan distribusi beras bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Kunjungan ini disambut oleh jajaran manajemen Bulog Wilayah Kalimantan Selatan. Dalam peninjauan tersebut, Hj. Mariana melihat langsung kapasitas gudang, kualitas penyimpanan, serta perkembangan penyerapan beras dari petani lokal yang dilakukan Bulog.
Berdasarkan data yang dipaparkan, Gudang Bulog Landasan Ulin Utara memiliki tiga unit penyimpanan dengan kapasitas masing-masing 3.500 ton, sehingga total kapasitas mencapai 10.500 ton. Kapasitas ini digunakan untuk menopang kebutuhan beras di lima kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, sementara wilayah lainnya disuplai melalui gudang Bulog yang tersebar di provinsi tersebut.
Selain itu, Bulog Kalimantan Selatan menargetkan penyerapan beras sebesar 23.000 ton pada tahun 2026. Dengan realisasi penyerapan gabah yang berjalan baik, Hj. Mariana menilai stok beras di Kalimantan Selatan dalam kondisi aman dan diproyeksikan tetap terjaga hingga akhir tahun, terlebih dengan tambahan hasil panen pada musim berikutnya.
Menurutnya, pengawasan terhadap cadangan pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sesuai arahan Pak Prabowo, saya ingin memastikan stok pangan di Kalimantan Selatan aman. Selain itu, kualitas beras juga harus terjaga hingga sampai ke masyarakat,” ujar Mariana, Senin (4/5/2026).
Srikandi Gerindra itu juga menekankan pentingnya peran Bulog dalam menjaga kelancaran distribusi agar harga beras di tingkat konsumen tetap stabil tanpa merugikan petani sebagai produsen.
“Harapan saya, Bulog mampu menjalankan proses distribusi dengan baik demi menjaga harga ditingkat konsumen dan tetap menjaga kestabilan harga di tingkat petani,” lanjutnya.
Hj. Mariana turut memberikan apresiasi kepada jajaran Bulog Kalimantan Selatan yang dinilai telah berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penyerapan hasil panen petani lokal secara optimal.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Bulog Kalimantan Selatan beserta jajaran yang telah mendukung program Presiden Prabowo Subianto. Semoga sinergi ini bisa terus terjaga,” tutupnya.
Penyerapan beras dalam bentuk gabah yang dilakukan Bulog di wilayah ini seluruhnya berasal dari petani lokal Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi pertanian daerah, karena hasil panen petani mendapatkan kepastian pasar sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah.