Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menegaskan pentingnya penguatan sektor pariwisata dan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin kunjungan kerja reses Komisi VII di Manado, Senin (27/4/2026).
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Komisi VII DPR RI berupaya menyerap aspirasi sekaligus melihat langsung berbagai tantangan di sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, hingga perindustrian guna merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Namun demikian, politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut mengungkapkan bahwa Komisi VII saat ini juga tengah menjalankan dua Panitia Kerja (Panja) sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR.
Panja pertama berfokus pada industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), yang menyoroti dugaan pelanggaran kepatuhan regulasi, mulai dari perizinan pengambilan air (SIPA), standar kesehatan seperti BPA dan bromat, hingga tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
“Permasalahan ini menunjukkan bahwa tantangan industri AMDK tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut persoalan ekologis dan sosiologis masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Komisi VII juga membentuk Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional (KDFN). Menurutnya, industri film nasional masih menghadapi tantangan struktural, terutama dalam aspek kreativitas dan distribusi.
Ia menjelaskan, keterbatasan akses layar, ketimpangan distribusi antar wilayah, serta perubahan pola konsumsi ke platform digital turut mempengaruhi keberlanjutan karya. Di sisi lain, peningkatan produksi film dan kompleksitas tata kelola industri menuntut penguatan ekosistem yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dalam kunjungan kerja reses ini, Komisi VII turut menghadirkan sejumlah mitra strategis, diantaranya Kementerian UMKM, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, LKBN Antara, TVRI, RRI, serta Badan Standardisasi Nasional.
Kehadiran para mitra tersebut dimaksudkan agar dapat melihat langsung berbagai tantangan di Sulawesi Utara, khususnya dalam pengembangan pariwisata, penguatan UMKM, serta ekosistem ekonomi kreatif daerah.
Melalui pertemuan ini, Komisi VII DPR RI berharap dapat memperoleh masukan konkret berbasis kondisi faktual di lapangan, termasuk dari aspek program, regulasi, hingga kebutuhan dukungan kebijakan.
“Hasil kunjungan kerja ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang strategis dan implementatif guna memperkuat daya saing pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, perindustrian, serta penyiaran publik dalam mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di daerah,” tutupnya.