Presiden Prabowo Subianto membuka Istana Kepresidenan bagi anak-anak sekolah sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda Indonesia. Program “Istana untuk Siswa Sekolah” ini dimulai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (7/8/2026).
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Hal ini juga tercermin melalui berbagai program prioritas seperti makan bergizi, renovasi sekolah, penyediaan fasilitas pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan guru.
“Salah satu program terbesar Bapak Presiden adalah investasi membangun dan membentuk generasi muda. Ada makan bergizi, renovasi sekolah, perbaikan toilet, pemasangan TV digital pembelajaran, hingga sekolah rakyat, sekolah integrasi, dan sekolah Garuda. Termasuk juga insentif dan peningkatan kesejahteraan guru. Hari ini kita buka istana untuk anak-anak sekolah sebagai bagian dari membangun generasi penerus bangsa,” ujar Seskab.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diajak berdiskusi, tanya jawab, serta berkeliling istana untuk mengenal sejarah bangsa dan sistem pemerintahan. Mereka juga diperkenalkan pada berbagai ruang penting, termasuk tempat di mana keputusan strategis negara diambil.
“Kita ajak mereka melihat langsung istana, tempat di mana keputusan besar bangsa ini diambil. Tujuannya agar mereka memiliki mimpi besar dan bercita-cita tinggi untuk bangsa ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Seskab menegaskan bahwa program ini tidak hanya dilaksanakan di Istana Merdeka dan Istana Negara, tetapi juga akan diperluas ke seluruh Istana Kepresidenan di berbagai daerah di Indonesia. Sekolah-sekolah dari berbagai wilayah, termasuk di luar Pulau Jawa, akan difasilitasi untuk mengikuti kegiatan ini.
“Kita punya delapan istana, dan semuanya akan dibuka untuk anak-anak sekolah. Untuk yang di luar Jakarta maupun luar Pulau Jawa, nanti akan difasilitasi untuk bisa berkunjung,” jelasnya.
Seskab juga mendorong sekolah-sekolah yang ingin mengikuti program tersebut untuk mendaftar melalui Kementerian Sekretariat Negara maupun Sekretariat Kabinet. Prosesnya terbuka tanpa seleksi khusus, dan jadwal kunjungan akan diatur oleh panitia.
“Silakan mendaftar, nanti akan diatur oleh panitia. Tidak ada seleksi khusus,” tambahnya.
Ia menambahkan, antusiasme para siswa sangat tinggi karena sebagian besar baru pertama kali mengunjungi Istana. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memberikan inspirasi sekaligus memperkuat rasa kebangsaan generasi muda.
“Intinya, Bapak Presiden ingin istana ini terbuka seluas-luasnya untuk rakyat. Saat Lebaran dibuka, pada hari besar lainnya juga dibuka, dan sekarang untuk anak-anak sekolah,” pungkasnya.