Presiden Prabowo Subianto

Periode mudik Lebaran 2026 telah berakhir. Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa manajemen mudik tahun ini harus dilaksanakan secara terpadu, dengan mengutamakan kelancaran transportasi, penguatan pengamanan, serta kualitas layanan publik di seluruh titik perjalanan.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, pada Maret lalu, Presiden meminta seluruh kementerian dan lembaga memastikan kesiapan menyeluruh agar masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, dan terjangkau.

“Untuk semua kementerian dan badan, saya berharap persiapan menghadapi Lebaran dilaksanakan dengan maksimal. Kita yakinkan mudik tahun ini berjalan aman, nyaman, dan penuh kegembiraan. Utamakan keselamatan di jalan dan persiapkan segala aspek dengan matang,” ujar Presiden.

Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya sinergi dengan TNI dan Polri dalam mendukung kelancaran arus mudik. Peningkatan kualitas layanan publik di berbagai titik transportasi turut menjadi perhatian, termasuk pengendalian antrian serta jaminan ketersediaan energi dan layanan komunikasi.

“Saya minta Menteri Perhubungan memastikan kebijakan diskon harga dapat berjalan optimal, baik untuk tiket pesawat, kereta api, kapal laut, maupun jalan tol, serta menjamin pelayanan yang baik di setiap titik,” tambahnya.

Sejalan dengan komitmen tersebut, hasil survei dari KedaiKOPI menunjukkan mayoritas masyarakat merasa puas terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Sebanyak 88,8 persen responden menyatakan puas, dengan nilai rata-rata 7,18 dari skala 10.

“Kita mendapatkan nilai sebesar 7,18, sehingga dapat dikategorikan bahwa responden yang melakukan mudik cukup puas dengan layanan atau manajemen mudik yang dilakukan pemerintah,” ujar Ashma Nur Afifah, Head of Research KedaiKOPI, dalam kanal YouTube lembaga tersebut.

Ia menjelaskan, kepuasan publik ditopang oleh dua aspek utama, yakni layanan transportasi dan kebijakan manajemen mudik secara keseluruhan. Pada sektor transportasi, kenyamanan armada menjadi aspek yang paling diapresiasi oleh responden.

“Secara konsisten, kepuasan terhadap kenyamanan armada menjadi yang paling tinggi,” tuturnya.

Sementara dari sisi infrastruktur, jalan tol mencatat tingkat kepuasan tinggi, terutama pada aspek keamanan dan penerangan yang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, kebijakan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow juga mendapat apresiasi, dengan tingkat kepuasan mencapai 80 persen.

“Ada juga layanan posko kesehatan, di mana 82 persen pemudik menyatakan puas. Untuk fasilitas rest area, pemudik mengapresiasi ketersediaan bahan bakar, dengan tingkat kepuasan mencapai 87 persen,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp