Komisi XI DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Kota Bandung, pada Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026. Kunjungan ini bertujuan memantau kesiapan pengendalian inflasi daerah menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan berlangsung pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026, dengan agenda pertemuan bersama Bank Indonesia dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Barat.
Usai pertemuan, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal menyampaikan bahwa rapat membahas perkembangan inflasi, khususnya inflasi volatile food yang pada 2025 tercatat cukup tinggi di angka 6,2 persen.
“Harapan kita pada 2026, inflasi volatile food bisa berada di kisaran 3 hingga 5 persen,” ujar Hekal usai pertemuan di Kantor Bank Indonesia Cabang Bandung, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, tantangan pengendalian inflasi cukup kompleks akibat faktor musiman seperti perayaan Imlek yang berdekatan dengan Ramadhan, serta tingginya curah hujan yang berpotensi mengganggu produksi pangan. Selain itu, panjangnya rantai distribusi di Jawa Barat juga dinilai turut mempengaruhi harga di tingkat konsumen.
Komisi XI juga mencermati dampak sejumlah program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang berpotensi meningkatkan kebutuhan komoditas pangan. Hekal menekankan pentingnya langkah antisipatif agar peningkatan permintaan tidak memicu lonjakan harga.
“Bukan hanya susu, tetapi juga telur, ayam, sayuran, dan beras. Jika ada potensi kekurangan, harus diantisipasi sejak awal,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hekal mengapresiasi kinerja TPID Jawa Barat yang dinilai efektif dan solid dalam koordinasi antardaerah, bahkan menempati peringkat tiga terbaik secara nasional pada tahun lalu.
Hasil pemantauan ini akan menjadi bahan bagi DPR RI dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif guna menjaga stabilitas inflasi dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.