Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, mengawali Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dengan menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi demonstrasi akhir-akhir ini yang menelan korban jiwa.
“Sebelum kita memasuki agenda rapat, izinkan kami atas nama Pimpinan dan Anggota Komisi IV menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi demonstrasi akhir-akhir ini yang menelan korban jiwa. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amiin YRA,” ujar Titiek, sapaan akrab Siti Hediati, di ruang rapat Komisi IV DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa rapat kali ini membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 serta program-program Kementerian Pertanian yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK). Ia menegaskan bahwa kebijakan anggaran harus benar-benar selaras dengan kepentingan rakyat dan mendukung ketahanan pangan nasional.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, tema kebijakan fiskal tahun 2026 adalah Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi, yang artinya sektor pertanian menempati posisi yang sangat strategis,” tegas Titiek.
Menurutnya, sektor pertanian berperan penting sebagai penopang ketahanan pangan, pengendali inflasi, dan peningkat kesejahteraan petani. Namun, ada sejumlah tantangan yang perlu dicermati, antara lain dampak perubahan iklim, keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, penguatan kelembagaan serta SDM petani, hingga kebutuhan hilirisasi pertanian untuk memberi nilai tambah optimal.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pemaparannya menyebutkan bahwa tema rencana kerja 2026 adalah Kedaulatan Pangan, Energi, serta Ekonomi Produktif dan Inklusif. Kementan mendukung program prioritas nasional melalui empat pilar utama: ketersediaan pangan berkualitas, nilai tambah industri pertanian, pendidikan vokasi, dan dukungan manajemen.
“Dengan berpatokan pada empat program tersebut, rancangan prioritas Kementerian Pertanian tahun 2026 di antaranya adalah peningkatan produksi padi, jagung, susu, dan daging sapi,” jelas Amran.
Selain itu, ia juga memaparkan program pendukung seperti cetak sawah dan optimasi lahan, penyediaan air pertanian, penyiapan benih unggul, penyediaan alsintan dan pupuk subsidi, penyuluhan serta regenerasi petani, hingga hilirisasi komoditas pertanian.
Dari pembahasan tersebut, Komisi IV DPR RI menghasilkan tiga kesimpulan:
- Komisi IV mendengarkan penjelasan pagu anggaran Kementan 2026 sebesar Rp40 triliun sesuai surat bersama Menteri Keuangan dan Bappenas, dan akan menyampaikan hasil pembahasan ke Badan Anggaran DPR RI untuk sinkronisasi.
- Komisi IV mendukung Kementan memperoleh alokasi DAK Fisik Bidang Pertanian 2026 guna mendukung penyediaan infrastruktur pertanian dan peningkatan produksi pangan.
- Komisi IV meminta Kementan menyusun rencana kerja yang fokus pada peningkatan produksi komoditas pertanian berdampak langsung bagi petani, guna mendukung swasembada berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani.