Wakil Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, menyoroti kemajuan signifikan di sektor pertanian dalam setahun terakhir sebagai bukti bahwa proses transisi pemerintahan dari administrasi sebelumnya ke pemerintah saat ini berjalan positif. Ia menyebut pencapaian sektor pertanian sebagai momentum penting yang patut dicatat untuk masa depan Indonesia.

“Bisa diingat 100 tahun nanti, di 2045. Kita harus ingat, melalui masa transisi memang butuh waktu,” ujar Sara menjelang agenda Pembukaan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI serta DPD RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Sara menjelaskan, transisi pemerintahan biasanya memerlukan sekitar dua tahun untuk menstabilkan program-program utama. Karena itu, ia berharap seluruh pihak mendukung program pemerintah, termasuk yang berkaitan dengan kedaulatan pangan.

“Target ketersediaan pangan, yang awalnya direncanakan tercapai lima tahun, kini berhasil dipercepat menjadi satu tahun,” ucapnya.

Srikandi Gerindra itu menambahkan, untuk pertama kalinya dalam 69 tahun, stok padi di gudang-gudang nasional mencapai 10 persen, jauh melampaui target awal.

Pencapaian ini juga menjadi kontribusi tertinggi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menandai kemajuan luar biasa bagi perekonomian nasional. Rahayu menekankan, setiap program baru memiliki kurva pembelajaran, dan masyarakat perlu bersabar dengan proses adaptasi.

“Rakyat yang mengakses informasi lewat media sosial seringkali tidak sabar menunggu proses ini,” katanya.

Menutup pernyataannya, Sara menekankan pentingnya kesabaran publik selama transisi pemerintahan. Keberhasilan yang telah dicapai menunjukkan Indonesia berada di jalur tepat menuju visi Indonesia Emas, khususnya dalam hal kedaulatan pangan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp