Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi Indonesia di sektor kesehatan. Persoalan tersebut meliputi beban penyakit menular dan tidak menular, masalah gizi dan stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga ketimpangan akses pelayanan kesehatan serta keterbatasan tenaga medis di sejumlah wilayah.
Hal tersebut disampaikan Putih saat membuka Kongres Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
“Karena memang kita sampai dengan hari ini masih menghadapi berbagai tantangan-tantangan di dunia kesehatan, mulai dari beban penyakit, apakah itu menular ataupun juga penyakit tidak menular,” kata Putih.
Srikandi Gerindra itu juga menyoroti persoalan gizi, stunting, kesehatan ibu dan anak, serta belum meratanya akses pelayanan dan ketersediaan tenaga kesehatan di sejumlah daerah.
Menurut Putih, berbagai tantangan tersebut tidak cukup diatasi hanya dengan memperluas layanan pengobatan. Pemerintah perlu memperkuat sistem kesehatan yang mengedepankan upaya pencegahan penyakit dan deteksi dini, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan berkualitas dapat diakses secara merata.
Putih menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan salah satu fondasi penting pembangunan bangsa sekaligus hak dasar setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Hal ini sejalan dengan amanat UUD 1945 yang menjamin hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan serta mewajibkan negara menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak.
Karena itu, menurutnya, pembangunan kesehatan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas maupun penyediaan layanan medis, tetapi juga harus menjamin kesempatan yang adil bagi seluruh masyarakat untuk hidup sehat, tanpa memandang lokasi tempat tinggal maupun kondisi sosial dan ekonomi.
“Jadi pembangunan kesehatan ini harus bisa memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia dimanapun mereka tinggal, apapun kondisi sosialnya, ekonominya, itu harus memiliki kesempatan yang adil untuk bisa hidup sehat,” tutur Putih.
Selain persoalan tersebut, Putih turut mengingatkan bahwa perubahan iklim semakin menambah kompleksitas tantangan kesehatan di Indonesia.
Oleh karena itu, ia mendorong transformasi sistem kesehatan nasional dilakukan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan agar mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.