Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, mendorong mahasiswa untuk mengenal lebih jauh peran BKSAP sekaligus memanfaatkan berbagai peluang kerja sama internasional. Menurutnya, keterbatasan informasi masih menjadi salah satu kendala mahasiswa dalam mengakses program maupun forum internasional.

Hal tersebut disampaikan Husein saat kunjungan BKSAP DPR RI ke Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Tangerang, Banten, Senin (5/10/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi Diplomasi Parlemen Indonesia, termasuk peran, fungsi, serta dampak kerja sama antarparlemen bagi masyarakat.

“Kami pada kesempatan hari ini berkunjung ke UMT untuk menyosialisasikan apa itu BKSAP, perannya seperti apa, fungsinya seperti apa, dan juga dampaknya BKSAP ini terhadap masyarakat Indonesia,” ujar Husein.

Legislator Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan, DPR RI telah lama terlibat dalam berbagai forum dan organisasi internasional, di antaranya World Trade Organization (WTO), BRICS, ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), hingga Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC). Karena itu, pemahaman mengenai diplomasi parlemen dinilai perlu terus diperluas, khususnya di kalangan generasi muda.

“Parlemen Indonesia atau DPR RI itu telah menjadi bagian dari forum-forum organisasi internasional. Sudah dari sejak lama, bukan hanya baru sekarang ini saja,” jelasnya.

Menurut Husein, keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum internasional juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar maupun forum yang membahas isu-isu global. Namun, berbagai kesempatan tersebut belum sepenuhnya diketahui karena akses informasi yang masih terbatas.

“Yang penting source of information-nya dulu mereka bisa dapatkan. Dari situ mereka baru bisa mulai langkah ke step yang selanjutnya,” tuturnya.

Karena itu, Husein menilai sosialisasi mengenai diplomasi parlemen dan peluang kerja sama internasional perlu diperluas ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, BKSAP juga berdiskusi dengan mahasiswa dan jajaran Fakultas Hukum UMT mengenai peluang kolaborasi antara DPR RI dan perguruan tinggi.

“Sebetulnya ada banyak sekali forum ataupun organisasi-organisasi internasional, baik organisasi multilateral maupun international organization, yang memberikan tawaran-tawaran kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp