Di tengah perjuangan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) memenuhi kebutuhan dasar pascagempa bumi, Organisasi Perempuan Indonesia Raya (PIRA) hadir mengulurkan tangan. Melalui aksi kemanusiaan “PIRA Peduli”, organisasi sayap Partai Gerindra ini menyalurkan bantuan paket sembako untuk meringankan beban warga terdampak pada masa pemulihan.
Penyaluran bantuan kebutuhan pokok tersebut menjadi bentuk solidaritas nyata serta dukungan moral agar masyarakat dapat kembali bangkit pascabencana.
Ketua Umum PP PIRA, Dr. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M., menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud komitmen PIRA untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya budaya gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
“PIRA ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat. Bantuan ini adalah bentuk solidaritas kami. Semoga paket sembako yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian dan sedikit meringankan beban warga,” ujar Novita, Selasa (29/9/2026).
Tak hanya menyerahkan bantuan fisik, Novita Wijayanti juga meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak di lokasi penyaluran. Suasana hangat dan penuh keakraban tercipta saat Novita mengajak mereka berbincang serta bercanda, mengukir kembali senyum yang sempat redup akibat bencana.
“Melihat anak-anak bisa tersenyum dan tertawa kembali di tengah situasi sulit ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Semoga mereka tetap memiliki semangat, merasa diperhatikan, dan tumbuh dengan keyakinan bahwa selalu ada harapan untuk bangkit,” tuturnya haru.
Novita menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, semangat gotong royong harus terus dirawat agar para korban bencana tidak merasa berjuang sendirian.
“Hal terpenting adalah jangan biarkan masyarakat merasa sendirian menghadapi dampak bencana. Kepedulian harus hadir secara nyata dengan saling membantu, menguatkan, dan bergandengan tangan,” pungkasnya.