Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Aras, meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Makassar di tengah ancaman fenomena El Nino. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).
Sebelum pertemuan, Komisi V DPR RI meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata di Gowa untuk melihat progres penyediaan air bersih yang dilakukan Kementerian PU.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Iwan menyoroti meningkatnya keluhan masyarakat Makassar terkait krisis air bersih. Menurutnya, keluhan disampaikan melalui berbagai saluran, mulai dari aksi demonstrasi, media massa dan media sosial, hingga laporan langsung dari konstituen.
“Seminggu ini, terdapat lonjakan tajam keluhan yang meluas di Makassar. Mulai dari demonstrasi, komplain di sejumlah media massa dan media sosial, hingga keluhan yang disampaikan langsung oleh konstituen,” ungkapnya.
Menghadapi ancaman El Nino dan potensi kemarau panjang, Andi Iwan meminta BMKG bersama Kementerian PU menjelaskan langkah antisipasi dan mitigasi untuk memastikan pasokan air tetap terjaga. Ia menekankan, peringatan dini mengenai kondisi cuaca perlu diikuti langkah konkret di lapangan.
“Sejauh mana upaya mitigasi, termasuk skema kedaruratan di wilayah hulu oleh Ditjen SDA dan di hilir oleh Ditjen CK atas peringatan El Nino panjang dari BMKG yang telah disampaikan pada tahun-tahun sebelumnya?” ujar Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Andi Iwan menambahkan, seluruh masukan dan penjelasan dari mitra kerja dalam kunjungan tersebut akan menjadi bahan pembahasan lanjutan di DPR RI. Hasil kunjungan kerja spesifik ini selanjutnya akan dibawa ke rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama mitra kerja Komisi V untuk menentukan langkah tindak lanjut.