Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menyoroti lambannya respon pemerintah pusat dalam memberikan dukungan konkret terhadap krisis tenaga kesehatan dan keterbatasan fasilitas rumah sakit rujukan di Gorontalo. Ia menegaskan, masalah ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

“Rumah sakit rujukan di Gorontalo butuh peralatan lengkap agar mampu melayani pasien secara optimal. Ini harus menjadi prioritas Kementerian Kesehatan. Tanpa itu, pelayanan kesehatan akan tertinggal jauh,” tegas Putih Sari saat kunjungan kerja Komisi IX di Gorontalo, Selasa (11/8/2025).

Hasil pertemuan dengan Gubernur Gorontalo menunjukkan bahwa kesejahteraan tenaga kesehatan telah menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, secara kuantitas, jumlah SDM kesehatan terutama di Puskesmas masih sangat minim, sehingga menghambat jalannya Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang seharusnya memberikan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

“Daerah siap memperhatikan kesejahteraan tenaga medis, tapi kekurangan SDM tidak akan teratasi tanpa campur tangan pemerintah pusat, terutama dalam penugasan dokter umum dan spesialis. Ini tanggung jawab pusat, bukan hanya daerah,” ujarnya.

Putih Sari juga mendesak pemerintah mempercepat program pendidikan kedokteran dan spesialis bagi putra-putri Gorontalo sebagai solusi jangka panjang. Ia menegaskan, Komisi IX akan mengawal hal ini dalam pembahasan program dan anggaran kementerian mitra, memastikan kebijakan pusat tidak berhenti di slogan, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp