Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni

Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni, menekankan pentingnya perlindungan anak dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Ia menyoroti peredaran narkoba yang mulai menyasar lingkungan pendidikan, bahkan hingga jenjang sekolah dasar (SD). Kondisi tersebut dinilai sebagai persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga.

Legislator Fraksi Partai Gerindra itu mengingatkan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan dan masa depan penggunanya, tetapi juga berdampak terhadap keluarga dan lingkungan sosial. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini agar anak-anak dan generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan maupun jaringan peredaran narkoba.

“Saya melihat hampir banyak, mulai dari sekolah setingkat universitas, SMA, SMP, sekarang malah di tingkat SD sudah banyak yang mencoba-coba menjual narkoba. Jadi betul-betul mereka merencanakan supaya generasi muda kita rusak. Ini sangat berbahaya sekali,” ujar Husni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, ancaman narkoba tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan penegakan hukum. Dampaknya dapat meluas ke kehidupan keluarga dan ketertiban masyarakat. Seseorang yang terjerat narkoba berpotensi menimbulkan persoalan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya, bahkan dapat memicu tindak kriminalitas.

Oleh karena itu, Husni menilai keluarga memiliki peran penting dalam membentengi anak-anak dari pengaruh narkoba. Pengawasan, komunikasi, serta kepedulian terhadap lingkungan pergaulan anak perlu diperkuat. Selain itu, masyarakat dan institusi pendidikan juga harus berperan menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.

Di sisi lain, Husni mengapresiasi keseriusan Kapolri beserta jajaran kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di berbagai daerah. Menurutnya, upaya pemberantasan harus menyasar seluruh mata rantai peredaran, mulai dari pengguna, pemasok, hingga bandar besar tanpa pandang bulu.

“Salut untuk Bapak Kapolri yang luar biasa, yang konsen sekali, bukan hanya di satu tempat, tetapi hampir di seluruh daerah di Indonesia. Bukan hanya yang dikejar itu pemakai, tetapi memang pemasok dan pembesar-pembesar narkoba yang ada di negeri ini, tidak pandang bulu,” ungkapnya.

Meski demikian, Husni menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum (APH). Keluarga dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk mencegah penyalahgunaan serta peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba. Partisipasi publik dinilai penting untuk memutus mata rantai peredaran sekaligus melindungi anak-anak dari ancaman narkoba.

“Narkoba itu bukan hanya tanggung jawab APH, tetapi juga tanggung jawab keluarga, dan yang paling penting tanggung jawab dari diri kita masing-masing untuk menghindari narkoba,” tegasnya.

Husni berharap seluruh elemen masyarakat semakin peduli dan aktif melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. Menurutnya, lingkungan yang bersih dari narkoba merupakan salah satu fondasi penting untuk melahirkan generasi unggul dan tangguh sebagai penerus pembangunan bangsa.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp