Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan

Dampak perubahan iklim semakin nyata melalui berbagai bencana yang mengancam keselamatan masyarakat, mulai dari kekeringan, banjir hingga tanah longsor. Karena itu, Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Iklim dinilai penting untuk memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus memastikan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.

Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, mengatakan regulasi perubahan iklim tidak hanya menyangkut persoalan lingkungan, tetapi juga keselamatan rakyat dan keberlanjutan pembangunan. Berbagai bencana dapat menimbulkan korban jiwa, merusak rumah warga, serta memicu kerugian ekonomi yang besar.

“RUU Perubahan Iklim yang berkeadilan ini adalah untuk menyelamatkan bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, agar di Indonesia tidak lagi terjadi bencana-bencana alam. Terjadinya kekeringan, banjir, longsor, dan tentunya banyak sekali bencana-bencana yang lain yang pada akhirnya merenggut korban jiwa,” ujar Rokhmat seusai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi XII DPR RI bersama para pakar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Menurut Rokhmat, besarnya dampak bencana menunjukkan perlunya langkah antisipasi yang terintegrasi melalui regulasi. Upaya tersebut tidak hanya bertujuan melindungi masyarakat, tetapi juga menjaga pertumbuhan ekonomi dan memperkuat tata kelola lingkungan.

Ia berharap RUU Perubahan Iklim dapat menjadi landasan untuk memperkuat pengendalian perubahan iklim, termasuk melalui pelestarian hutan dan pengelolaan sampah di kawasan perkotaan maupun perdesaan.

“Dengan undang-undang ini masyarakat terlindungi, kemudian pertumbuhan ekonomi terjaga, dan juga tata kelola lingkungan bisa berjalan dengan baik,” tutur Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Selain penguatan regulasi, Rokhmat menekankan pentingnya pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi energi bersih yang besar, mulai dari tenaga surya, tenaga bayu, hingga pembangkit listrik tenaga mikrohidro.

“Bapak Presiden Prabowo mengharapkan adanya energi baru terbarukan, yaitu EBT panel surya. Ini yang paling pas di Indonesia. Kita ini punya potensi energi yang sangat luar biasa. Ada panel surya, ada tenaga bayu, ada mini hidro. Ini sangat penting sekali,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp