Anggota Komisi VI DPR RI, Khilmi, meminta pemerintah mengkaji secara cermat kelayakan investasi pusat data (data center), terutama terkait kepastian pelanggan, kebutuhan air dan listrik, serta risiko pembiayaan. Ia mengingatkan, pembangunan fasilitas tersebut harus didasarkan pada perhitungan kebutuhan pasar dan tingkat keterisian agar investasi memberikan manfaat ekonomi serta tidak merugikan negara.
Hal itu disampaikan Khilmi dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (9/10/2026). Ia menilai, kepastian pengguna menjadi faktor penting sebelum pembangunan data center direalisasikan.
“Pemberian izin data center harus diperhitungkan karena ini menyangkut sumber daya air dan sumber daya listrik kita. Jangan sampai kita berbondong-bondong menarik investasi data center, tetapi tingkat huniannya tidak ada,” ujar Khilmi.
Ia mengibaratkan pembangunan data center seperti bisnis perhotelan yang berpotensi merugi apabila tingkat huniannya rendah. Karena itu, pemerintah perlu memastikan adanya kebutuhan dan calon pelanggan yang jelas sebelum mendorong investasi berskala besar.
Khilmi mencontohkan fasilitas data center milik perbankan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan internal. Menurutnya, pengalaman tersebut perlu menjadi bahan evaluasi dalam menilai rencana pembangunan fasilitas serupa, termasuk di Batam yang menjadi salah satu tujuan investasi data center.
Ia juga mengingatkan agar pembiayaan proyek melalui kredit investasi dari bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh risiko. Kajian kelayakan yang matang diperlukan agar dukungan pembiayaan tidak justru berujung pada kerugian.
“Kalau nanti kita paksakan Himbara untuk memberikan kredit investasi, tetapi tingkat huniannya tidak ada, pasti rugi. Jadi, saya berharap ini sangat hati-hati. Risikonya harus dihitung betul,” tegas Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Lebih lanjut, Khilmi mendorong adanya pembahasan bersama antara Komisi VI DPR RI dan Kementerian Investasi untuk mengkaji rencana pengembangan data center. Pembahasan ini dinilai penting untuk memastikan keputusan investasi mempertimbangkan potensi manfaat ekonomi, kesiapan infrastruktur, kebutuhan sumber daya, serta risiko pembiayaan.
“Saya berharap ada rapat bersama antara Kementerian Investasi dengan kita, supaya kedepannya negara ini tidak rugi,” pungkas Khilmi.